Pendapat Grup Musik Gigi Mengenai Legalisasi CD Bajakan.
27-10-2009 | 11:38
Selalu berpikir positif dan optimistis barangkali resep yang membuat Gigi bisa bertahan lebih dari 15 tahun. Kedua sikap itu juga membuat kami lumayan produktif.
Sejak dibentuk 22 Maret 1994, Gigi telah menghasilkan 18 album yang terdiri atas 11 album reguler, 1 album Life In Concert, 1 album The Best, 1 album Original Soundtrack Film Brownies, dan 4 album religi.
Selama itu kami sudah mengalami pasang-surutnya memegang komitmen untuk terus berkarya. Mungkin tidak banyak yang tahu kalau Gigi telah lima kali ganti formasi. Bahkan, saat personelnya cuma tinggal dua, Armand dan Budjana, Gigi yang putus asa nyaris membubarkan diri. Namun, ini pun berhasil dilewati dan Gigi tetap hidup.
Pikiran positif dan sikap optimistis itu kini kembali mendapat ujian berupa maraknya CD musik bajakan.
Sangat menyakitkan melihat begitu banyak CD bajakan dijajakan secara terbuka di mana-mana, mulai dari kaki lima hingga di mal. Itu bukanlah yang terburuk, yang paling mengesalkan adalah sikap aparat yang tidak peduli.
Menurut majalah musik Rolling Stones, saat ini 94 persen CD yang beredar di pasaran adalah produk bajakan. Sementara penjualan kaset juga jatuh seiring dengan makin langkanya alat pemutar kaset. Era band sejuta kopi sudah lewat karena untuk menjual 10.000 keping saja susah.
Selain problem bajakan, perangkat digital yang memungkinkan orang mengunduh lagu dari internet dengan gratis membuat industri musik kian terpuruk.
Bahkan, ada toko yang menjual Ipod lengkap dengan isinya 2.000 lagu. Artinya dengan membayar harga sebuah Ipod, kita dapat bonus 200 album musik (rata-rata satu album berisi 10 lagu).
Media massa berulang kali menurunkan berita ini, pemerintah dan DPR juga telah mendengar langsung keluhan musisi dan pelaku industri, tetapi sungguh mengherankan mereka tidak bereaksi.
Jika data 94 persen produk yang beredar berupa bajakan tidak cukup untuk menggerakkan minat aparat, kami tidak tahu mesti ngomong apa lagi.
Baru-baru ini juri pengadilan federal di Minnesota, AS, memvonis bersalah Jammie Thomas-Rasset karena mengunduh musik dari internet secara ilegal. Ia didenda 80.000 dollar AS per lagu, atau totalnya 1,9 juta dollar AS (sekitar Rp 19 miliar) untuk 24 lagu yang diunduhnya. Jammie sangat terpukul dengan besarnya denda sebab harga lagu yang diunduh itu hanya 99 sen.
Sikap aparat
Bagi Gigi yang menarik dari kasus ini bukanlah besarnya denda, tetapi sikap aparat penegak hukum yang sigap. Di Indonesia, aparat bisa dengan mudah menyeret pelaku pembajakan ke meja hijau. Barang bukti berlimpah, pedagangnya banyak, malnya jelas, pemasoknya..., ah itu sih gampang dilacak, apa susahnya! Perosalannya bukan bisa atau tidak, tetapi mau apa tidak?
Kita sebenarnya punya UU hak cipta dan kekayaan intelektual yang bagus, tetapi jika tidak ada kemauan politik yang kuat, penegakan hukum tidak akan berjalan. Padahal, Indonesia masuk dalam priority watch list sebagai negara yang paling banyak tingkat pembajakannya.
Jika pemerintah tidak lagi punya komitmen mengatasi pembajakan, bagaimana kalau produk bajakan dilegalkan saja. Perlakukan saja produk bajakan sebagai versi murah dari produk premium, lalu berlakukan aturan pajaknya. Cara ini jauh lebih baik ketimbang membiarkan.
Pemerintah mendapat masukan pajak, musisi dapat royalti dan kembali bersemangat karena karyanya dihargai, dan pedagang tetap bisa jualan tanpa takut dirazia. Lalu bagaimana dengan perusahaan rekaman? Mereka tetap memproduksi CD premium untuk konsumen kelas atas ditambah CD kualitas dua untuk masyarakat bawah. Dengan begini semua jadi jelas. Tidak seperti saat ini, kita seperti menghadapi hantu.
Sumber: cetak.kompas.com
19-03-2012 | 13:37
DoTuku.com adalah sebuah website yang sengaja dirancang sebagai wadah bagi insan-insan yang peduli dengan musik tanah air. DoTuku.com hadir berdasar rasa keprihatinan terhadap perkembangan dunia musik tanah air yang saat ini tampak semakin stagnant dan terbengkalai. Banyak karya indah musisi bangsa yang tak cukup mendapat perhatian. Banyak bakat-bakat luar biasa yang luput dari lirikan market musik ibu pertiwi ini.
Pada saat kondisi ini semakin memojokkan insan musisi Indonesia, DoTuku.com hadir untuk memberi sebuah perubahan ke arah yang jauh lebih baik. Dengan slogan “Mudah – Cepat – dan Menyenangkan, DoTuku.com benar-benar hadir sebagai benang merah dari para musisi dan pihak-pihak yang terkait di dalamnya. Dengan keberadaan DoTuku.com, lingkaran musik tanah air yang tadinya sempat terputus diharapkan akan kembali tersambung dengan adanya hubungan yang bersifat sinergi. Kedekatan antara musisi dan penikmat musik serta pihak-pihak lain yang baik secara langsung maupun tidak telah berkecimpung di bidang musik akan semakin terwujud di sini dengan “Mudah – Cepat – dan Menyenangkan.
27-01-2011 | 19:16

10. Blockbuster RockFest 1997 [385,000 penonton ]
Adalah Konser Musik yang diselenggarakan untuk merayakan capital punishment. Konser Musik ini diadakan di Texas Motor Speedway dengan Penyanyi dan Group Musik terkenal seperti No Doubt, Counting Crows dan Matchbox Twenty.
9. Woodstock 1969 [400,000 penonton]
Adalah acara budaya pop dari dekade yang memiliki pengaruh besar pada kedua musik dan budaya Amerika. Seniman legendaris seperti Jimi Hendrix, Janis Joplin, Santana dan The Who adalah sebagian kecil Penyanyi dan Group Musik Terkenal yang tampil di konser musik ini. Penonton, yang sebagian besar hippies, mengirim pesan kepada dunia bahwa semua orang bisa berkumpul bersama untuk menikmati musik dan merayakan perdamaian.
8. Toronto SARS Benefit 2003 [450,000+ Penonton].
Penyakit SARS yang menyerang Asia dan Toronto di Kanada merupakan alasan untuk ini Konser Musik amal ini. Rolling Stones, AC / DC dan Justin Timberlake adalah beberapa seniman yang mendukung Konser Musik ini.
Spoiler for Gambar:
7. Simon & Garfunkel [500,000]
Merupakan Konser Reuni ke dua dari Simon & Garfunkel diadakan di Central Park pada tahun 1981. Ini adalah konser gratis. Dan diliput oleh HBO dan TV lainnya.
6. Isle of Wight Festival [600,000]
Adalah Konser Musik terbesar yang pernah dilaksanakan di UK. The Who, The Doors dan Leonard Cohen adalah beberapa artis pendukungnya. Dan bagi Jimi Hendrix, Konser Musik ini adalah penampilan terakhirnya sebelum meninggal dunia.
5. Summer Jam at Watkins Glen [600,000+].
Konser Musik terbesar bagi kaum Hippy yang diadakan di Grand Prix auto circuit di Watkins Glen, New York, dimeriahkan antara lain oleh Band papan atas seperti The Grateful Dead and the Allman Brothers.
4. Steve Wozniak’s 1983 US Festival [670,000]
Culture festival yang disponsori oleh salahsatu co-founders of Apple Computers, Steve Wozniak. Dilaksanakan di California dengan penampilan Band top seperti Motley Crue, U2 and David Bowie
3. Garth Brooks in Central Park [750,000]
Konser Musik Country terbesar dari Garth Brook
2. New York Philharmonic in Central Park 1986 [800,000].
Konser Musik Klasik terbesar yang dilaksanakan atas perayaan rededication of the Statue of Liberty.
1. Rod Stewart at Copacabana Beach 1994 [3,500,000].
Konser Musik Rod Stewart untuk pesta tahun baru ini adalah Konser terbesar dengan jumlah pengunjung terbanyak. Keindahan pantai Copacabana Beach di Rio de Janeiro in Brazil menjadi saksi keriuhan Konser ini.
09-12-2010 | 17:26
Cewek cantik berambut panjang ini biasa dipanggil dengan nama Nadya oleh teman-temannya. Nadya lahir di Yogyakarta pada tanggal 4 Mei 1997. Cewek yang bersekolah tingkat 8 di Muhammadiyah Dua Yogyakarta ini hobi banget bermain biola dan piano.
Ternyata dari hobinya itu cewek imut ini mempunyai suara yang sangat merdu. Ini terbukti dengan ikutnya nadya dalam acara Idola Cilik 2 yang ditayangkan oleh RCTI pada tahun 2008 yang lalu. Nadya membuktikan pada dunia musik dengan suara khasnya. Nadya berhasil masuk 15 besar pada ajang tersebut.
Michael Joseph Jackson, Ashley Tisdale, Taylor Swift, Lady Gaga, Katy Perry, dan masih banyak lagi dijadikan penyanyi idolanya. Pantas saja nadya jadi sangat menyukai music. Idolanya saja bintang dunia seperti itu. Selain itu nadya juga sangat mengidolakan Saykoji, wah tidak cuma artis luar negeri saja yang jadi idolanya harus cinta ma bintang local juga donk. Nadya sangat suka film-film yang berbau musical seperti Hannah Montana. Ini menjadi bukti bahwa nadya sangat menyukai musik.